Selasa, 22 April 2014

REFLEKSI TENTANG KEMATIAN

REFLEKSI TENTANG KEMATIAN MANUSIA

Hari ini, tepat pukul 09.00 WIB, salah seorang jemaat HKBP Purwakarta meningal dunia. Peristiwa ini mengingatkan saya akan kematian. Jika ada yang "mati" dari antara kita manusia, kita menyebutnya meninggal dunia. Kita sebut keluarga kehilangan. 


Kalau kita ditanya, apa hilang??? Apakah si-yang meninggal dunia tersebut hilang? Tentunya, bukan. Dia tidak hilang. Manusia, hidup atau mati, dia tidak hilang....dia adalah kepunyaan Allah. Hal ini dipesankan firman Tuhan dalam Roma 3:38-39 yang menyebutkan:
Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Dengan demikian, yang hilang adalah bagian dari "manusia" itu atas sesamanya. Hilang kebersamaan, sentuhan. perkataan (komunikasi) dan juga pelukan. Hal inilah yang melahirkan dukacita yang dalam. Duka yang sangat dalam di hati jauh melebihi kehilangan apapun di dunia ini (harta, uang dan jabatan). Orang bisa menangis karena kehilangan harta kekayaan, namun itu sebentar. Duka karena kematian anggota keluarga, bisa menimbulkan duka yang berlangsung lama.

Orang yang mengasihi keluarga, datang dari berbagai kumpulan memberikan kata-kata penghiburan. Dengan kehadiran mereka yang diharapkan "emphaty" akan menolong keluarga yang bersangkutan lupa sejenak akan duka itu. Namun itu sementara. Setelah mereka kembali, duka akan hadir kembali. Apalagi jika yang diharapkan "memberi penghiburan" justru memberi wejangan dan nasehat berbau tudingan "tidak kuat, kurang iman. dll..." tidak akan menolong.

Hanya ada satu penghiburan sejati, yaitu Tuhan kita di dalam kuasa Roh Kudus. DIA senantiasa menguatkan dan menghiburkan umatNya yang berduka. Terlebih pengharapan yang disediakan bagi kita, di dalam penebusan Yesus Kristus. Tuhan mengetahui segala sesuatu yang terjadi dalam hidup manusia, dan Tuhan mengontrol waktu perjalanan hidup ciptaanNya. Dengan demikian, kita umat percaya diingatkan akan firman Tuhan dalam Pengkotbah 3:2 yang mengatakan bahwa semua ada waktunya, ada waktu lahir ada waktu mati, dan ayat 11 berkata: "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir."

Sungguh menjadi sukacita besar, bagi setiap orang percaya yang menjalani "kematian", itu adalah jalan keselamatan, karena Tuhan Yesus telah mengalahkan kuasa kematian itu.

KETIKA KITA LAHIR, KITA MENANGIS, 
KARENA DILAHIRKAN DALAM DUNIA BERDOSA
TETAPI KELUARGA TERTAWA
KARENA BERTAMBAHLAH ANGGOTA KELUARGANYA

TETAPI

KETIKA KITA MATI DALAM IMAN, 
KITA TERTAWA BERSAMA TUHAN
TETAPI KELUARGA MENANGIS
KARENA KEHILANGAN...


0 komentar:

Posting Komentar